Sunday, June 23, 2013

Saat Jokowi-Basuki Blusukan di Monas…

Ahok.Org – Setelah memberikan tumpeng kepada warga, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sabtu (22/6/2013) malam berjalan menuju Monumen Nasional.
Di sana, mereka berdua akan memeriahkan panggung utama yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Untuk menuju panggung utama, ternyata Jokowi-Basuki tak langsung menuju lokasi.
Mereka justru mencari jalan memutar menuju panggung utama. Padahal panggung utama sudah dekat berada di depan mata. Keberadaan Jokowi dan Basuki menjadi pusat perhatian di sepanjang Monas.
Para pengunjung Monas berlomba-lomba mendekati orang nomor satu dan dua di Ibu Kota. Selain bersalaman, mereka juga berlomba untuk berfoto bersama Jokowi-Basuki. Para rombongan Jokowi-Basuki, yang terdiri dari para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI, abang none, wartawan, dan pengawal pun harus ikut berlari mengejar langkah Jokowi-Basuki yang cepat.
Finalis None Jakarta yang menggunakan sandal hak tinggi pun harus bersusah payah mengikuti ‘blusukan’ Jokowi.
Salah seorang warga, Mutia (23) yang berasal dari Makassar mengaku sengaja datang ke Monas untuk menikmati pesta rakyat yang selama ini diimpikan warga. “Saya baru lima bulan di Jakarta. Sengaja datang ke Monas karena ingin menikmati pesta rakyat ala Pak Jokowi,” kata Mutia.
Sementara itu, Julaika (24), seorang warga asal Madiun, Jawa Timur, sengaja datang ke Monas untuk melihat Jokowi. Ia merasa aura calon presiden ada di dalam diri Jokowi. Julaikah senang karena ia mendapat salam dari Jokowi.
“Senang banget akhirnya saya bisa melihat langsung calon presiden ideal saya,” ujarnya polos. [Kompas.com]


Jokowi-Basuki Dikerjai Deddy Corbuzier


Ahok.Org – Setelah acara tumpengan di depan Balaikota Jakarta pukul 21.00 WIB Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyempatkan diri mengunjungi panggung utama di sisi tenggara Monas (Gambir). Panggung utama terebut dimeriahkan oleh band Kotak, Bondan Fade2Black, Opera Van Java, Soimah dan Omas.
Rombongan Jokowi dan Ahok naik ke atas panggung dan menyapa warga yang menikmati hiburan musik dan komedi yang dibawakan beberapa artis dan band Ibukota. Mantan Wali Kota Solo itu mengaku membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai Monas. Hal ini disebabkan banyaknya warga yang datang dan memenuhi pelataran Monas saat rombongan Gubernur datang ke panggung Gambir. “Di Monas luar biasa. Saya tadi berjalan ke sini butuh waktu 1 jam jalan kaki,” ujar Jokowi di Monas, Sabtu, 22 Juni 2013.
Dalam sambutannya, Ia mengajak masyarakat membangun Jakarta dan bersama-sama untuk memajukan kota. Dimulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya bukan di kali atau selokan. Sehingga kehijauan, keamanan, dan kebersihan lingkungan Jakarta dapat terjaga dengan baik.
“Gotong royong bersama-sama. Menjaga kebersamaan. Jangan sampai antar kampung ada perselisihan karena kita warga Jakarta yang ingin menjadi contoh daerah lain di seluruh Indonesia. Warga Jakarta tidak ada gesekan,” kata Jokowi.
Setelah itu, giliran Deddy Corbuzier mengisi acara dengan memberikan pertanyaan kepada Jokowi dan Ahok. Penampilan ketiga figur publik tersebut di atas panggung membuat penonton tertawa terus. Kedua petinggi DKI ini bergantian menjawab pertanyaan Deddy, seperti acara yang sering ditampilkan salah satu televisi Swasta Nasional.
“Mendingan dimarahi Pak Jokowi, atau dimarahi istri?” kata Deddy kepada Ahok. Ahok menjawab. “Mending dimarahi Pak Jokowilah, daripada dicuekin istri,” kata Ahok yang disambut tawa penonton.[Tempo.co]

Wednesday, May 29, 2013

Dibujuk Jokowi Pindah ke Rusun, Warga Pulogadung Menolak

Sukma Indah Permana - detikNews

Jakarta
 - Warga Kampung Srikandi, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur digusur atas eksekusi pengadilan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang mendatangi ratusan pengungsi itu menawarkan rusun sebagai tempat tinggal mereka. Sayangnya, tawaran itu ditolak warga.

Berdasarkan pantauan, Rabu (29/5/2013), Jokowi mendatangi Kali Cipinang tempat sekitar 540 jiwa mengungsi. Jokowi sempat membagikan alat sekolah dan berdialog dengan warga.

"Yang kita tawarkan rusun tapi warga minta ganti. Saya bukan PT swasta. Tadi lihat sendiri kan tidak mau rusun," kata Jokowi kepada wartawan.

Berikut dialog Jokowi saat penawaran rusunnya ditolak warga:

Jokowi: "Itu kan masalah hukum, saya sebagai gubernur hanya bisa menawarkan solusi rumah susun. Daripada di sini, lebih baik di rusun"

Kamto: "Kami enggak mau, kami minta setelah digusur kami mendatkan ganti yang sesuai dengan kami yang miliki sebelumnya. Di situ kan masih bayar kalau di rusun,"

Jokowi: "Bayarkan Rp 150.000 per bulan. Saya bisanya memberi alternatif ini. Tadi siang saya sudah dapat lima puluh (unit). Makanya saya ke sini. Kalau masalah eksekusi pengadilan saya enggak bisa ikut-ikut. Saya sudah ketemu pak Probosutedjo dua kali, tapi gimana beliaunya enggak mau,"

Ningsih (50): "Saya nggak mau rusun pak. Masih harus bayar dan lokasinya jauh dari sekolah anak-anak,"

Jokowi: "Ya bu saya sudah tahu. Saya sudah punya gambar rumah bapak ibu. Saya sudah usahakan ketemu Pak Probo tapi ga tembus,"

Berdasarkan informasi, tanah yang ditempati warga adalah milik pengusaha Probosutedjo. Pengadilan memutuskan untuk mengeksekusi lahan tersebut untuk segera dikosongkan. 

My Blog List